{"id":12908,"date":"2025-07-26T10:28:42","date_gmt":"2025-07-26T03:28:42","guid":{"rendered":"https:\/\/staidipta.ac.id\/?page_id=12908"},"modified":"2025-07-26T10:28:44","modified_gmt":"2025-07-26T03:28:44","slug":"filosofi-logo","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/staidipta.ac.id\/en\/filosofi-logo\/","title":{"rendered":"Filosofi Logo"},"content":{"rendered":"<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full is-resized\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/ekonomisyariah.staidipta.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2025\/07\/cropped-Logo-STAI-DIPONEGORO-TULUNGAGUNG.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-11393\" style=\"width:362px;height:auto\"\/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Logo STAI Diponegoro Tulungagung dirancang bukan sekadar lambang institusi, tetapi sebagai refleksi jati diri kampus Islam yang berlandaskan nilai-nilai keilmuan, keindonesiaan, dan keislaman An-Nahdliyah. Setiap unsur dalam logo mengandung makna simbolik yang mencerminkan visi-misi kampus sebagai lembaga kaderisasi ilmuwan muslim Aswaja moderat yang cinta ilmu, agama, dan bangsa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>1. Bentuk Dasar: Segi Lima<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&nbsp;&nbsp;&nbsp; Segi lima menggambarkan:<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"1\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Rukun Islam sebagai fondasi spiritual dalam membentuk kepribadian mahasiswa.<\/li>\n\n\n\n<li>Pancasila, sebagai dasar negara, menunjukkan bahwa STAI Diponegoro berdiri di atas landasan hubbul wathan minal iman (cinta tanah air sebagian dari iman), yang merupakan prinsip penting dalam ajaran Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.<\/li>\n\n\n\n<li>Simbol harmoni antara agama dan negara, sebagaimana dianut dalam prinsip Islam Nusantara.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>2. Warna Dasar: Hijau<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hijau adalah warna khas peradaban Islam, lambang kesuburan, kedamaian, dan keberkahan. Dalam tradisi An-Nahdliyah, hijau juga melambangkan tafa\u2019ul (optimisme) serta kesetiaan terhadap perjuangan ulama salafus shalih dalam membumikan Islam secara damai dan toleran di tengah masyarakat majemuk.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>3. Bintang Sembilan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&nbsp;&nbsp;&nbsp; Sembilan bintang melambangkan:<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"1\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Walisongo, penyebar Islam di tanah Jawa yang menjadi simbol spiritual dan kultural bagi warga Nahdliyin. STAI Diponegoro mengusung semangat dakwah mereka yang lembut, santun, dan berbasis budaya lokal (al-muhafazhah \u2018ala al-qadim as-shalih wa al-akhdzu bi al-jadid al-ashlah).<\/li>\n\n\n\n<li>Nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah yang terdiri dari tiga aspek penting: tauhid ala Asy\u2019ariyah-Maturidiyah, fiqih Madzhab Syafi\u2019i, dan tasawuf Imam al-Ghazali, yang menjadi dasar kurikulum dan karakter pendidikan di kampus.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>4. Kitab Terbuka<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melambangkan ilmu pengetahuan yang bersumber dari wahyu dan akal, dengan semangat tafaqquh fi al-din (pendalaman ilmu agama) sebagai ciri khas pesantren. Kitab terbuka juga merepresentasikan tradisi keilmuan ulama NU yang terbuka terhadap perkembangan zaman namun tetap berpijak pada nilai-nilai klasik (turats).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>5. Obor Menyala<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&nbsp;&nbsp;&nbsp; Obor merupakan simbol:<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"1\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Penerang jalan kebenaran, menggambarkan peran STAI Diponegoro sebagai penyuluh umat dan penjaga cahaya ilmu.<\/li>\n\n\n\n<li>Semangat jihad ilmiah dan dakwah bil hikmah, sebagaimana dilakukan para ulama Aswaja.<\/li>\n\n\n\n<li>Nyala api menunjukkan bahwa ilmu yang diajarkan adalah ilmu yang menghidupkan hati dan membakar semangat perjuangan, sesuai dengan cita-cita khidmah ilmiyah dan dakwah bil \u2018amal.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>6. Bola Dunia dengan Peta Indonesia<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&nbsp;&nbsp;&nbsp; Bola dunia menampilkan peta Indonesia sebagai penegasan bahwa:<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"1\" class=\"wp-block-list\">\n<li>STAI Diponegoro berpijak pada Islam Nusantara, yakni Islam yang ramah, inklusif, dan menghargai budaya lokal.<\/li>\n\n\n\n<li>Peta Indonesia juga mencerminkan komitmen kebangsaan dalam bingkai NKRI harga mati, sejalan dengan prinsip Aswaja An-Nahdliyah.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>7. Nama \u201cSTAI Diponegoro Tulungagung\u201d<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nama Diponegoro diambil dari Pangeran Diponegoro, tokoh ulama sekaligus pejuang kemerdekaan yang berjuang atas dasar iman dan tauhid. Beliau menjadi simbol spirit jihad fi sabilillah dalam bingkai kebangsaan. STAI Diponegoro mengambil semangat ini sebagai identitas kampus: berilmu, berani, berakhlak, dan berjuang untuk umat dan negeri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>8<\/strong>.&nbsp;<strong>Warna Biru di Lingkaran Tengah<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&nbsp;&nbsp;&nbsp; Warna biru melambangkan:<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"1\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Ketajaman intelektual, kedalaman spiritual, dan keteguhan moral.<\/li>\n\n\n\n<li>Simbol kedamaian dan keikhlasan, dua nilai utama dalam pendidikan karakter Ahlussunnah wal Jamaah.<\/li>\n\n\n\n<li>Menunjukkan bahwa STAI Diponegoro adalah pusat kesejukan keilmuan, bukan radikalisme; pusat tawasuth (moderat), tawazun (seimbang), tasamuh (toleran), dan i\u2019tidal (adil) &nbsp;empat prinsip utama ajaran Nahdlatul Ulama.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Makna Keseluruhan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Logo STAI Diponegoro Tulungagung bukan hanya identitas visual, melainkan simbol perjuangan membangun peradaban Islam yang berakar pada tradisi Aswaja An-Nahdliyah, berorientasi pada ilmu, dan berpijak pada komitmen kebangsaan.<br>STAI Diponegoro adalah kampus yang bertekad mencetak sarjana muslim yang faqih, nasionalis, dan moderat, sebagai penjaga cahaya Islam Ahlussunnah wal Jamaah di era global.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Logo STAI Diponegoro Tulungagung dirancang bukan sekadar lambang institusi, tetapi sebagai refleksi jati diri kampus Islam yang berlandaskan nilai-nilai keilmuan, [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"parent":0,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"footnotes":""},"class_list":["post-12908","page","type-page","status-publish","hentry"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staidipta.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/12908","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staidipta.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/staidipta.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staidipta.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staidipta.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12908"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/staidipta.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/12908\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12909,"href":"https:\/\/staidipta.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/12908\/revisions\/12909"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staidipta.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12908"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}