Tulungagung, 12 September 2026 — Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Diponegoro Tulungagung melaksanakan kegiatan Pembekalan Kuliah Kerja Praktik Lapangan (KKPL) bagi mahasiswa yang akan melaksanakan kegiatan pengabdian dan praktik lapangan di tengah masyarakat.
Kegiatan pembekalan yang dilaksanakan pada Sabtu, 12 September 2026 ini menjadi tahapan penting sebelum mahasiswa diterjunkan secara langsung ke lokasi KKPL. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan pengarahan mengenai berbagai hal yang perlu dipersiapkan, baik dari aspek pelaksanaan program maupun sikap dan perilaku selama berinteraksi dengan masyarakat.
Dalam pembekalan tersebut, mahasiswa mendapatkan penekanan khusus mengenai pentingnya etika, adab, sopan santun, serta kemampuan menjaga nama baik almamater selama berada di lokasi KKPL. Mahasiswa tidak hanya dituntut mampu menjalankan program kerja, tetapi juga harus mampu menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat.
Mahasiswa diingatkan bahwa keberadaan mereka di tengah masyarakat membawa nama baik STAI Diponegoro Tulungagung. Oleh karena itu, setiap sikap, tutur kata, cara berkomunikasi, dan tindakan harus mencerminkan karakter mahasiswa perguruan tinggi Islam yang menjunjung tinggi nilai-nilai akademik, moral, dan keagamaan.
“Mahasiswa harus mampu menjaga etika dan adab. Ketika berada di masyarakat, bukan hanya kemampuan akademik yang dinilai, tetapi juga bagaimana mahasiswa menghormati tokoh masyarakat, perangkat desa, orang tua, serta seluruh warga di lokasi KKPL,” menjadi salah satu pesan penting dalam kegiatan pembekalan.

KKPL akan dilaksanakan selama kurang lebih satu bulan, mulai 20 September 2026, dengan lokasi kegiatan yang tersebar di tiga wilayah kecamatan di Kabupaten Tulungagung, yaitu Kecamatan Ngantru, Kecamatan Karangrejo, dan Kecamatan Pucanglaban.
Penempatan mahasiswa di tiga kecamatan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di bangku perkuliahan. Melalui interaksi langsung dengan masyarakat, mahasiswa diharapkan mampu memahami berbagai persoalan sosial, keagamaan, pendidikan, dan kemasyarakatan secara lebih konkret.
KKPL bukan sekadar kegiatan akademik yang harus diselesaikan sebagai bagian dari proses pendidikan. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar mengabdi, berkomunikasi, bekerja sama, menyelesaikan persoalan, serta membangun hubungan yang baik dengan masyarakat.
Karena itu, mahasiswa diharapkan tidak datang ke lokasi hanya sebagai pelaksana program, tetapi juga sebagai mitra masyarakat yang siap belajar dan memberikan kontribusi positif sesuai dengan kapasitas dan kompetensinya.
Selain menjalankan program yang telah direncanakan, mahasiswa juga diharapkan mampu beradaptasi dengan karakteristik masyarakat di masing-masing wilayah. Perbedaan lingkungan, budaya, kebiasaan, dan kondisi sosial harus dihadapi dengan sikap terbuka, rendah hati, dan penuh penghormatan.
Sikap “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” menjadi prinsip penting yang perlu dipegang mahasiswa selama menjalankan KKPL. Kemampuan untuk menghargai norma dan kebiasaan masyarakat merupakan bagian dari keberhasilan pengabdian.
Melalui pembekalan ini, STAI Diponegoro Tulungagung berharap seluruh mahasiswa dapat mempersiapkan diri dengan baik sebelum diterjunkan ke lapangan. Mahasiswa diharapkan mampu menjalankan tugas secara bertanggung jawab, menjaga kekompakan kelompok, membangun komunikasi yang baik dengan berbagai pihak, serta senantiasa menjaga nama baik institusi.
Dengan bekal ilmu, keterampilan, etika, dan adab yang baik, pelaksanaan KKPL di Kecamatan Ngantru, Karangrejo, dan Pucanglaban diharapkan dapat memberikan pengalaman yang berharga bagi mahasiswa sekaligus menghadirkan kontribusi nyata dan manfaat bagi masyarakat.
KKPL STAI Diponegoro Tulungagung Belajar di tengah masyarakat, mengabdi dengan ilmu, dan menjaga almamater dengan adab.