BAZNAS Tulungagung Gandeng STAI Diponegoro Tulungagung dalam Penguatan Program Penerima Manfaat Zakat

BAZNAS Tulungagung Gandeng STAI Diponegoro Tulungagung dalam Penguatan Program Penerima Manfaat Zakat

BAZNAS Tulungagung Gandeng STAI Diponegoro Tulungagung dalam Penguatan Program Penerima Manfaat Zakat

Tulungagung, 17 April 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung terus memperkuat program pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan zakat. Salah satu langkah strategisnya adalah menggandeng lembaga pendidikan tinggi, termasuk STAI Diponegoro Tulungagung, dalam program penguatan bagi para penerima manfaat zakat.

Dalam pertemuan resmi yang berlangsung hari ini, BAZNAS Tulungagung mengundang sejumlah perwakilan kampus, termasuk H. Ubaid Muhammad Baidowi, Lc., M.E., selaku utusan dari STAI Diponegoro Tulungagung. Kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Universitas Bhinneka PGRI Tulungagung dan Universitas Terbuka (UT) Tulungagung, dengan pemateri utama Ketua BAZNAS, H. Abdul Wahid, S.IP.

Pertemuan ini membahas penguatan sinergi melalui program Badan Microfinance Desa (BMD) serta tindak lanjut dari Sistem Keuangan Syariah Sosial (SKSS). Salah satu fokus utama adalah kolaborasi antara BAZNAS dan perguruan tinggi dalam upaya pendampingan, pelatihan, monev (monitoring dan evaluasi), serta pelibatan mahasiswa dalam kegiatan seperti PKL, penelitian, dan PKM.

BAZNAS juga menjelaskan bahwa bantuan pendidikan untuk mahasiswa penerima manfaat zakat disalurkan per semester sebesar Rp2 juta, dan keberlanjutan bantuan tersebut bergantung pada laporan akademik yang meliputi nilai, kehadiran, dan keaktifan mahasiswa. Sejauh ini, terdapat laporan adanya mahasiswa yang mengundurkan diri dari program, yang akan segera dievaluasi.

Ke depan, BAZNAS mengimbau agar institusi pendidikan menyesuaikan program studi penerima manfaat dengan bidang yang sesuai kemampuan pembiayaan BAZNAS. Hal ini untuk memastikan keberlangsungan dan efektivitas program.

Disampaikan pula bahwa BAZNAS memiliki dua skema program utama dalam pengentasan kemiskinan: melalui BMD dan pendanaan langsung, dengan total alokasi anggaran sebesar Rp2 miliar untuk periode 2022–2025. Namun demikian, masih terdapat beberapa kendala di lapangan seperti kurangnya pendampingan, pemasaran, dan penguatan komunitas usaha.

Menanggapi hal tersebut, STAI Diponegoro dan perguruan tinggi lainnya menyatakan kesiapannya untuk berkontribusi lebih jauh, baik dari sisi penguatan akademik maupun kolaborasi riset jika tersedia pendanaan kampus yang relevan.

Pertemuan ini diakhiri dengan rencana pemetaan strategis untuk penguatan penerima manfaat zakat, termasuk aspek manajemen usaha, pembukuan, dan pemasaran. BAZNAS berharap, sinergi dengan lembaga pendidikan akan menjadi kunci dalam menciptakan kemandirian ekonomi bagi mustahik di Tulungagung.

Isi Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Postingan Terkait

Jl. RA Kartini No.47, Hutan, Kampungdalem, Kec. Tulungagung, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66219

Hubungi Kami:

Link