Tari Bathok Meriahkan Pagelaran Seni PGMI STAI Diponegoro Tulungagung

Tari Bathok Meriahkan Pagelaran Seni PGMI STAI Diponegoro Tulungagung

Tari Bathok Meriahkan Pagelaran Seni PGMI STAI Diponegoro Tulungagung

Tulungagung – Semangat melestarikan budaya lokal ditampilkan dengan apik oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) STAI Diponegoro Tulungagung dalam Pagelaran Seni Mahasiswa yang dibimbing oleh Dyah Aris Susanti, M.Pd.I. Salah satu penampilan yang berhasil menarik perhatian penonton adalah Tari Bathok, sebuah tarian kreatif yang mengangkat pemanfaatan bathok kelapa sebagai media permainan, alat musik, sekaligus karya seni budaya.

Tari ini dipersembahkan oleh mahasiswa PGMI Semester VI yang terdiri dari:

  1. Kuni Liqois Shofa
  2. Rahma Nihayatu Husnia
  3. Alvina Fa’iqotun Nabila
  4. Laura Wigust Nandya
  5. Novilia Nuriafitri
  6. Wiji Astutik
  7. Yayang Aulia Febriana
  8. Zahwa Aldifa Ulfiana

Dalam pementasannya, Tari Bathok Kelapa mengisahkan sekelompok anak yang sedang berkumpul di halaman rumah. Mereka merasa bosan karena tidak memiliki permainan yang menarik untuk dilakukan. Di tengah kebingungan tersebut, salah seorang anak mengajak teman-temannya memanfaatkan bathok kelapa yang berada di sekitar mereka sebagai sarana bermain.

Awalnya, bathok kelapa digunakan untuk berjalan, dipukul, dan dimainkan hingga menghasilkan bunyi yang khas. Bunyi tersebut kemudian dipadukan dengan alunan lagu tradisional Jawa “Padhang Bulan”, menciptakan suasana yang ceria dan penuh kegembiraan. Dari permainan sederhana itu muncul sebuah ide kreatif untuk menjadikan bathok kelapa tidak hanya sebagai alat permainan, tetapi juga sebagai alat musik yang dipadukan dengan gerakan tari.

Para tokoh dalam cerita kemudian menyusun gerakan-gerakan sederhana mengikuti irama bunyi bathok kelapa. Dari proses itulah lahir Tari Bathok, sebuah karya seni yang menggambarkan kreativitas anak-anak dalam memanfaatkan benda sederhana di lingkungan sekitar menjadi sesuatu yang bernilai budaya.

Melalui tarian ini, mahasiswa PGMI ingin menyampaikan pesan bahwa warisan budaya tidak selalu hadir dalam bentuk yang mewah atau rumit. Bathok kelapa yang sering dianggap sebagai benda biasa ternyata dapat menjadi media pembelajaran, hiburan, sekaligus sarana pelestarian budaya daerah. Tarian ini juga mencerminkan nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, kreativitas, dan semangat untuk terus mencintai budaya bangsa.

Penampilan Tari Bathok Kelapa mendapat apresiasi dari penonton karena mampu menghadirkan suasana yang ceria dan edukatif. Harmonisasi antara gerakan tari, irama bunyi bathok kelapa, serta lagu tradisional yang mengiringi memberikan pengalaman seni yang menarik sekaligus memperkenalkan kembali permainan tradisional kepada generasi muda.

Pagelaran Seni PGMI STAI Diponegoro Tulungagung menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, keterampilan seni, dan kemampuan mengemas nilai-nilai budaya dalam bentuk pertunjukan yang inspiratif. Melalui Tari Bathok Kelapa, mahasiswa tidak hanya menampilkan keindahan seni tari, tetapi juga mengajak masyarakat untuk lebih menghargai dan melestarikan budaya lokal yang menjadi identitas bangsa. Dengan semangat inovasi dan kecintaan terhadap budaya, Tari Bathok Kelapa menjadi bukti bahwa benda sederhana yang ada di sekitar kita dapat diolah menjadi karya seni yang menarik, bermakna, dan bernilai edukatif bagi generasi masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Postingan Terkait

Jl. RA Kartini No.47, Hutan, Kampungdalem, Kec. Tulungagung, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66219

Hubungi Kami:

Link