Tulungagung, 08 Maret 2025 – Dalam rangka memperkuat pemahaman moderasi beragama di kalangan pelajar, Himpunan Mahasiswa (Hima) Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Diponegoro Tulungagung menggelar Safari Ramadhan di Madrasah Aliyah (MA) Aswaja Ngunut, Tulungagung pada Sabtu (08/03/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Hima Prodi PAI STAI Diponegoro Tulungagung yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai moderasi beragama kepada para siswa. Selain itu, Safari Ramadhan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mempraktikkan kepemimpinan dan keterampilan organisasi dalam lingkungan yang nyata.
Kegiatan ini disambut dengan antusias oleh para siswa, mahasiswa, guru dan dosen yang hadir. Acara ini mencakup berbagai sesi, mulai dari sambutan, diskusi, hingga penyampaian materi yang berkaitan dengan pentingnya moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi generasi muda.
Apresiasi dari Kepala MA Aswaja
Dalam sambutannya, Kepala MA Aswaja, Ibu Erdiana, S.Pd., menyampaikan apresiasi kepada para mahasiswa STAI Diponegoro Tulungagung yang telah menginisiasi acara ini. Ia menekankan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang pentingnya memiliki sikap beragama yang moderat, toleran, dan inklusif.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan Safari Ramadhan ini, karena dapat memperkuat karakter moderasi beragama siswa kami. Selain itu, para siswa juga mendapatkan wawasan baru tentang dunia perkuliahan di STAI Diponegoro Tulungagung. Kami berharap kegiatan semacam ini bisa terus dilakukan di masa mendatang,” ujar Ibu Endian.
Beliau juga menambahkan bahwa di tengah berbagai tantangan zaman, termasuk arus informasi yang sangat cepat di era digital, siswa perlu dibekali dengan pemahaman yang benar tentang agama agar tidak mudah terpengaruh oleh paham-paham ekstrem yang dapat merusak tatanan sosial.
Safari Ramadhan sebagai Sarana Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa
Sementara itu, Ketua Hima Prodi PAI STAI Diponegoro Tulungagung, Irsyad Amirudin, menjelaskan bahwa kegiatan Safari Ramadhan ini merupakan bagian dari program pelatihan kepemimpinan dan organisasi bagi mahasiswa.
“Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antara mahasiswa dan siswa, tetapi juga merupakan bagian dari pelatihan kepemimpinan bagi mahasiswa dalam praktik nyata. Selain itu, kami ingin menanamkan nilai-nilai moderasi beragama kepada para siswa agar mereka dapat menjadi generasi yang toleran dan terbuka, terutama di era digital seperti saat ini,” jelas Irsyad.
Ia juga menambahkan bahwa tema kegiatan ini selaras dengan upaya mencetak kader moderasi beragama di kalangan Generasi Z, yang diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam masyarakat.
Pesan Moderasi Beragama dalam Safari Ramadhan
Sambutan sekaligus materi utama dalam kegiatan ini disampaikan oleh Dr. M. Kholid Thohiri, yang juga merupakan Ketua Program Studi PAI STAI Diponegoro Tulungagung. Dalam pemaparannya, beliau menekankan tiga poin penting terkait moderasi beragama dan relevansinya dalam kehidupan sehari-hari.
“Pertama, anak muda memiliki peran penting dalam mengarusutamakan Moderasi Beragama di tengah masyarakat. Kedua, kegiatan ini menjadi jembatan komunikasi antara STAI Diponegoro dan para siswa, terutama dalam mengenalkan visi keilmuan Program Studi PAI yang fokus pada nilai-nilai wasatiyah atau moderasi beragama. Ketiga, puasa Ramadhan sendiri mengajarkan kita untuk membangun karakter moderat, dengan menumbuhkan kesabaran, toleransi, dan empati,” papar Dr. M. Kholid Thohiri.

Beliau menambahkan bahwa moderasi beragama tidak hanya berarti berada di tengah-tengah tanpa sikap yang jelas, tetapi lebih kepada bagaimana seseorang bisa memahami agama dengan benar dan tidak terjebak dalam sikap ekstrem, baik ke kanan maupun ke kiri.
“Kita ingin membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki sikap moderat dalam beragama. Dengan demikian, mereka bisa menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” tambahnya.
Antusiasme Peserta dan Harapan ke Depan
Kegiatan Safari Ramadhan ini mendapatkan respons positif dari para siswa yang hadir. Banyak di antara mereka yang merasa mendapatkan wawasan baru tentang pentingnya moderasi beragama dan bagaimana mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu siswa MA Aswaja, Rosi, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pemahaman baru bagi dirinya tentang bagaimana menjadi seorang muslim yang moderat dan tidak mudah terpengaruh oleh paham-paham ekstrem.
“Saya jadi lebih paham bahwa moderasi beragama itu bukan berarti lemah dalam beragama, tetapi justru cara terbaik untuk menjaga keseimbangan dalam kehidupan sosial,” ujarnya.
Selain itu, kegiatan ini juga membuka wawasan para siswa tentang dunia perkuliahan di STAI Diponegoro Tulungagung. Banyak siswa yang tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang program studi PAI dan bagaimana kampus tersebut memberikan perhatian khusus pada isu-isu moderasi beragama.
Kegiatan Safari Ramadhan yang diselenggarakan oleh Hima Prodi PAI STAI Diponegoro Tulungagung ini membuktikan bahwa mahasiswa dapat memainkan peran penting dalam membangun kesadaran moderasi beragama di kalangan generasi muda.
Melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya mendapatkan wawasan tentang pentingnya sikap moderat dalam beragama, tetapi juga termotivasi untuk melanjutkan pendidikan tinggi di lingkungan akademik yang mendukung nilai-nilai toleransi dan keterbukaan.
Diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan diperluas ke berbagai madrasah atau sekolah lainnya, sehingga semakin banyak generasi muda yang memahami dan mengamalkan prinsip-prinsip moderasi beragama dalam kehidupan mereka.
